Senin, 15 Februari 2010

Sonet: Kisah Kawah Lumpur

—setelah Porong

“burung-burung menjahit luka di antara gebalau asap
yang mencuri gerimis matahari. bintang hitam tanpa pendar:
berpusar, mengalir di tangan angin, di lubuk bau busuk
yang menjulur dari kawah itu.seseorang menjabat sejarah
dengan tangis, dengan kelu lidah teriris-iris.

“barangkali mimpi akan berenang hari ini,
di kawah ini. lalu mereka isyaratkan jalan menuju laut
dimana maut, beserta runcing karang berlumut, siap memagut
tapi, tiadakah arah lain yang akan menuntun burung-burng itu
untuk sekedar menoreh bebayang, lantas menghilang
ke pusat cakrawala meremang?!”

ah, dari semua kisah yang kau bentangkan
ternyata hanya kota tandus yang kutemukan
selebihnya ilusi mengais hijau, dari kering pohon tak mendesau


Surabaya, 2006

(Abimardha Kurniawan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar