bagai sebuah kubus berongga yang satu sisinya terbuka, menganga, menengadah ke angkasa, seolah ingin selalu menampung lelehan hujan yang sederhana.
Senin, 15 Februari 2010
13/10/2005, 20:31:59
gemetar kata-kataku memilih tinggalkan malam-malam tak berpintu. mengajak jari-jemarimu, derai dan masa lalu, membaca muasal rindu yang rebah berabad lalu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar