Senin, 22 Februari 2010

Sepasang Pengantin

/1/

pada suatu tanda bersama
kuletakkan seikat kata
yang kelak kau namai cinta

betapa keabadian tak mengikat usia
bersama hanya sepenggal masa
di mana kita berumah
setelah lelah mengayuh perahu
dan berlabuh di pantai jauh
yang dulu kita rindu

maka kita tambat sejenak perahu waktu
kita semai benih-benih janji
semoga mekar berbuah di ujung hari


/2/

dan seakan telah berlabuh seluruh waktu, kini
bersanding mesra sepasang cinta
pada tampuk dan hening gumam doa

temali rindu jadi simpul penyatu
pun juga sepasang jiwa
tiada letih menanam benih janji di ladang waktu
demi buah bahagia yang ranum dan paling matang
hingga segala senja tiba dan menjelang

semoga...



Surabaya, 2009





* NB : puisi pesanan yang "dimuat" pada undangan pernikahan seorang teman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar