Senin, 15 Februari 2010

Di Altar Rumahmu

menyusuri pagi di altar rumahmu
dengan bintang biru melekat di keningku
aku turuni jenjang anak tangga
menuju hulu matamu
dan hujan tiba-tiba beralih rupa
menjadi gerumbulan malaikat dari beranda
dengan tubuh tembus cahaya
serupa sisa airmata dalam kitab-kitab lama

adalah pikiranku
yang selalu mengantar gigil poci tua
kepada uraian rambutmu
agar matahari pagi
lebih remang meneteskan cahaya.
dan sebelum secangkir teh yang kau tuang
mendingin
kumasuki gelisah waktu
bersama embun di penjuru doamu


Surabaya, 2005

(Abimardha Kurniawan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar