Senin, 15 Februari 2010

Engkau, Semesta Bawah Sadar

semuram gumam,
malam mengendap di bibirmu

segera kuurai suaramu, yang kelak
mengalungkan dunia beserta lautnya
yang pasang,
yang garang, namun hening
membius dari taring gelombang

alangkah lembut mazmur kau gumamkan,
kemudian pasir kau sebarkan

tak tergumpal pedih di ingatan,
hanya ada sore yang disucikan
oleh basah cuaca, oleh suara tak kentara,
juga sunyi yang bertopi,
bercadar sampai ke pinggir bumi

idih, bajumu,
bajumu yang kusut
bak bulan tak tersambut,
bolehlah kuusap
dan kusebut lewat lagu
sambil kucecap rasa langu di mulutku”


Surabaya, 2007

(Abimardha Kurniawan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar