Sabtu, 13 Februari 2010

Reportase Penunjung Pantai

05.45

mith, pagi ini wujudku adalah patung memandang laut
matahari membakarku dalam nyala bersemu perunggu
gelombang seakan hilang tenaga
mengusap bibir pantai sepi yang lama dikuasai batu-batu ini

di sini, aku malas bertanya soal angin
ia ada melingkungiku
telapak tangannya, yang dingin itu,
seakan berabad mengenal lubuk jiwaku

—mungkin kau juga tahu...


06.10

di sini, yang kemarin burung-burung
sekarang bocah-bocah
apa yang mereka cari?
apa yang mereka temukan?

tangan-tangan kecilnya lamban menjentik punggung air
hingga merupa kecipak doa. langkahnya membuat jejak
di lumpur pantai yang berangkat melandai

mith, pagi ini, laut tak mengirim amis nafasnya
yang terwarta hanya risik cemas dan dingin yang mati

—mungkin kau juga mengerti...


06.30

akhirnya aku pulang menuruni jalan
dengan sedikit pandang menjaring keluasan
tiada yang hilang, selama lipatan jiwa
mengenang pasang semalam saja

dan meski berulang kudatangi pantai ini
juga kucium kesedihan ombaknya
aku siap berdiri memencil di tepian
demi sebuah kedatangan sekaligus kehilangan

—mungkin kau juga rasakan...


Surabaya, 2006

Tidak ada komentar:

Posting Komentar