Senin, 15 Februari 2010

Kepada Angin yang Masuk Melalui Jendela

—08.04


pagi seakan mati oleh dingin yang kau bawa

di kejauhan sana, selalu saja kau berbahasa
selalu kau geraikan suara demi suara

sementara di sini, kau hanya fasih berbisik
melempar sandi demi sandi

dan masih tak kumengerti


Surabaya, 2006

(Abimardha Kurniawan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar