Selasa, 16 Februari 2010

18/08/2009, 21:12:13

kujamu denyar lapar rinduku dengan harapan
akan sulut rindumu. malam melontar spora bahasa
ke lembab udara, dan lumut kata-kata
kembali beruntai di sunyi puisi.

diam-diam ada yang terlarut hanyut
di desir darah—seulas senyum ajaibmu,
riang cakap antara kita,
juga sejumlah pesan singkat dariku
yang gagal terkirim untukmu

dan demi sepi kesekian kali
untukmu kuikat coretan basa-basi
lalu lahir serumpun puisi.

barangkali kau tak pernah mengerti,
seperti keluhmu yang selalu
takut dihantui beragam sandi,
tapi memang itulah senarai kecil
tentang sebentang hening
ketika rindu meniris keruh embun
yang ingin bergeming
tersuling sebagai bening...


(Abimardha Kurniawan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar