bagai sebuah kubus berongga yang satu sisinya terbuka, menganga, menengadah ke angkasa, seolah ingin selalu menampung lelehan hujan yang sederhana.
Senin, 15 Februari 2010
17/10/2005, 11:04:33
pecahan bulan di sudut matamu tiba-tiba hening kemudian beku, lalu membatu, sebab tak ada ruang bagi langit mencipta riuh gerimis dari puing-puing suaramu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar