di hadapan ucap selamat jalan
bunga rumput letih
tak menjanjikan warna
bahkan kepada pagi
yang kerap dikunjunginya
"subuh menguapkan ceritamu, kawan
tapi langit merendah kemudian
sekedar memberimu secawan teh dan kehangatan
kawan seperjalananmu
kembali menuju rahim ibu waktu
: ya, ibu yang selamanya kekal itu..."
Surabaya, 5 april 2009, 14:31
(Abimardha Kurniawan)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar