Senin, 15 Februari 2010

Kepada Angin yang Bertarung di Luar Jendela

—07.50

lewat lubuk mataku, wujudmu tak berbahasa
namun daun itu, pepucuk itu, debu-debu itu
menerjemahkan riam bahasamu
dalam goyang semu yang gumamkan rindu


Surabaya, 2006

(Abimardha Kurniawan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar