Senin, 15 Februari 2010

Candu

khayalan tentang cahaya yang setia berjaga
di sepanjang jalan, sengaja kuciptakan
agar malam terasa lapang
dalam himpitan lengang dan beban lambang.
lalu, kularungkan denyut kata-kataku
lewat celah rindu, parit ngilu, dan jeram waktu
yang dihuni seribu sendu wajah batu-batu

mith, andai semua khayalan itu lekas menyisa abu,
tikam sunyi darahku dengan candu puisimu


Surabaya, 2006

(Abimardha Kurniawan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar