Senin, 15 Februari 2010

Orang Berpesta, Matanya Menyimpan Gerhana

sebelum dibuka,
kalender yang diam-diam beruban itu
terus mengajakmu bersulang, memaksamu
mendengar doa-doa gamang
yang sengaja diulang-ulang

sedang di sana, orang-orang lelap berpesta
membakar cemas tanpa nama
dan mungkin segera menyihirmu
beramai-ramai, menyematkan luka
ke saku baju
yang mulai tak betah
hinggap di sunyi bau tubuhmu

mereka kian bersuara
kata-katanya jadi pusaran api,
matanya menyimpan gerhana
seperti kota tua ngangakan rahang
dan siap menelan siapa yang kepayang
siapa yang berjalan
menyandang beban lambang

dan setelah kau membukanya,
kalender berjelatang itu meringkusmu,
lalu meyakinkanmu
bahwa tiada berhala
secantik ingatan akan perempuan
yang merenggangkan dekapan
di ujung sore itu

ah, berlarikah engkau
menuju rindang perdu kesilamanmu
sementara tubuhmu dimabukkan guyuran doa
—doa yang gamang dan terulang melulu?


Surabaya, 2007

(Abimardha Kurniawan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar