kuakui, ini tangan tak lantang memberi mayang
penghias, setelah dulu kau minta
berjuta taman yang menawarkan bunga-bunga
tapi tanganku lantang bila kau minta
mendaras kata: tentang lentik jemarimu
atau kerudungmu atau tubuhmu yang ramping
atau bola matamu yang gemar mengerling
ah, mengapa dulu kau minta bunga-bunga
bukan sepenggal kata yang bisa kau gantung
di bingkai jendela. mengapa kau bosan
dengan menunggang alasan:
kata-kata hanya jurang gelap berhantu
dan tak seorang pun mampu menyalakan lampu
bagi semua ruang di rongga matamu...
Surabaya, 2007
(Abimardha Kurniawan)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar