bagai sebuah kubus berongga yang satu sisinya terbuka, menganga, menengadah ke angkasa, seolah ingin selalu menampung lelehan hujan yang sederhana.
Senin, 15 Februari 2010
Nocturno, 3
malam ini, rengsaku berwudu di relung sunyi. denting dzikir, fikir, juga getir terakhir memagut helai demi helai rindu waktuku duh, mahabbah sunyi cintaku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar