bagai sebuah kubus berongga yang satu sisinya terbuka, menganga, menengadah ke angkasa, seolah ingin selalu menampung lelehan hujan yang sederhana.
Senin, 15 Februari 2010
26/10/2005, 15:51:31
terbit hujan merimbun di tengah persimpangan kutemukan sinar itu, kubaringkan pelan di antara remahan kaca dan ucapan turut berduka sebab maut pun meneteskan luka-lukanya mengurai bisa di udara terbuka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar