bagai sebuah kubus berongga yang satu sisinya terbuka, menganga, menengadah ke angkasa, seolah ingin selalu menampung lelehan hujan yang sederhana.
seperti kubayangkan bulan turun tanpa gaun
guguran daun bertasbih di gigir kubur
setelah terbantun
tuhan, berapa jarak untuk kita menepi
merapatkan tahun?
Surabaya, 2006
Tidak ada komentar:
Posting Komentar