Senin, 15 Februari 2010

13/10/2005, 17:20:31

angin yang menyirak rumpun ilalang itu sesekali menepi
untuk dikubur kembali dalam harum jelaga dan tanah basah.
inilah saat di mana daun dan puisi telah diberkati sunyi...


(Abimardha Kurniawan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar