sebelah kakinya menginjak rerumput halaman
sedang yang lain: tertinggal di bahu jalan
“oh, perempuan berkerudung hujan, usah jadi peragu, lihat
seekor ular menggelesur—mengintai sepasang apel di buluh jantungmu.
masuklah, diamkan sunyimu ke seberang pintu,
penghujan masih tersisa, dingin terhela seperti biasa.”
maka diseretnya langkah. kedua belah kakinya
—yang mungil lagi jelita, menapak rerumput halaman
meninggalkan riuh rusuh nan retan
di bahu jalan
Surabaya, Maret 2007
Tidak ada komentar:
Posting Komentar