Rabu, 21 April 2010

Trawas, 1

malam memencil di sudut mei. hawa
menggigilkan bulan. keremangan unggas
yang melintas, bahkan bumbung capung
tiada berhinggap
selepas bukit dan pohonan dibekap lindap

kunikmati nafas air, embun beludru
dan kata-kata berdiri
di tengah sunyi dan batu-batu

sungguh, betapa megah senja berlagu
sisik awan luruh menggerimis
dengan bunyi ritmis nan sakit
cuaca pun merabun — lalu bangkit
— dibungkus kabut dari selatan bukit

kunikmati sunyi kabut ini, setelah cahaya
dan rumputan tiarap di bawah gelap
yang sempurna


2007



(Abimardha Kurniawan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar