malam memencil di sudut mei. hawa
menggigilkan bulan. keremangan unggas
yang melintas, bahkan bumbung capung
tiada berhinggap
selepas bukit dan pohonan dibekap lindap
kunikmati nafas air, embun beludru
dan kata-kata berdiri
di tengah sunyi dan batu-batu
sungguh, betapa megah senja berlagu
sisik awan luruh menggerimis
dengan bunyi ritmis nan sakit
cuaca pun merabun — lalu bangkit
— dibungkus kabut dari selatan bukit
kunikmati sunyi kabut ini, setelah cahaya
dan rumputan tiarap di bawah gelap
yang sempurna
2007
(Abimardha Kurniawan)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar