kamar tanpa lampu memang bukan untukmu
meski di dalamnya ada televisi, kran tak mati,
ranjang lapang-bantal-guling, hangat selimut,
cermin pematut, meja-kursi, tata ruang nan rapi,
kipas angin, handuk dan sabun mandi pengusir daki,
juga segala fasilitas yang kau hendaki
itulah konsekuensi yang musti terpatri
setelah kau lunasi transaksi administrasi
dan kuserahkan sebilah mata kunci
aku tahu, kamar tanpa lampu membuat kau bisu
kehilangan arti, apalagi kau sering menulis puisi
dan tak henti menatap cermin
— menguliti bayangan sendiri
sampai pagi, sampai mati
Blitar, 2 November 2008
(Abimardha Kurniawan)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar