tiga detak doa
mengantar bebeurung renta
pulang ke sangkar sorga
Surabaya, 7 Juni 2009
(Abimardha Kurniawan)
bagai sebuah kubus berongga yang satu sisinya terbuka, menganga, menengadah ke angkasa, seolah ingin selalu menampung lelehan hujan yang sederhana.
Minggu, 11 April 2010
Di Sore Secerah Ini
di sore secerah ini
kau sendirian berkawan hujan
tiada satu kemalangan pun menimpamu
meski kau pagari keranda rindumu
dengan airmata yang terlanjur beku
Surabaya, 3 Juni 2009
(Abimardha Kurniawan)
kau sendirian berkawan hujan
tiada satu kemalangan pun menimpamu
meski kau pagari keranda rindumu
dengan airmata yang terlanjur beku
Surabaya, 3 Juni 2009
(Abimardha Kurniawan)
Selasa, 06 April 2010
Masih Tentang Hujan
yang melebat dalam senyummu
hanyalah waktu, juga rericik tak terdengar
dari belantara jauh
Surabaya, 2009
(Abimardha Kurniawan)
hanyalah waktu, juga rericik tak terdengar
dari belantara jauh
Surabaya, 2009
(Abimardha Kurniawan)
Senin, 05 April 2010
Untitled, 7
hallo tuan foucault
ini ada sejarah sedang berulah
: mohon lekas datang kemari
ke rumah penghuni biadab ini
mari, mari, mari...
(diam-diam, kau hapus judul puisi ini
dan kau beri satu tanda sunyi
yang aku pun tak tahu
di mana ada tanda itu)
Surabaya, 23 April 2009, 08:05
(Abimardha Kurniawan)
ini ada sejarah sedang berulah
: mohon lekas datang kemari
ke rumah penghuni biadab ini
mari, mari, mari...
(diam-diam, kau hapus judul puisi ini
dan kau beri satu tanda sunyi
yang aku pun tak tahu
di mana ada tanda itu)
Surabaya, 23 April 2009, 08:05
(Abimardha Kurniawan)
Minggu, 04 April 2010
Untitled, 6
sebentar saja, renyah cerita ringanmu memisahkan daun dari hujan
teh dalam gelas yang cuil bibirnya, terlalu lama bungkam
:mengasingkan diri dari catatan suhu yang hangat
ah, andai saja alkohol merah termometermu mampu meraba
demamnya
tapi, tiba giliranku menunggu kini di warung kaki lima langgananku
tanpa kretek sigaret, buku catatan, pensil kayu yang ujungnya rapuh
oleh gigitanmu. apa musti kuberi judul puisi ini biar tak terbakar sunyi?
atau judul-judul itu malah menggunduli sunyiku sendiri?
ah, barangkali kau temu jawabnya
sehabis tuntas kau baca puisi tanpa judul ini...
Surabaya, 22 April 2009
(Abimardha Kurniawan)
teh dalam gelas yang cuil bibirnya, terlalu lama bungkam
:mengasingkan diri dari catatan suhu yang hangat
ah, andai saja alkohol merah termometermu mampu meraba
demamnya
tapi, tiba giliranku menunggu kini di warung kaki lima langgananku
tanpa kretek sigaret, buku catatan, pensil kayu yang ujungnya rapuh
oleh gigitanmu. apa musti kuberi judul puisi ini biar tak terbakar sunyi?
atau judul-judul itu malah menggunduli sunyiku sendiri?
ah, barangkali kau temu jawabnya
sehabis tuntas kau baca puisi tanpa judul ini...
Surabaya, 22 April 2009
(Abimardha Kurniawan)
Sabtu, 03 April 2010
Untitled, 5
ini kamar lunas kumiliki sendiri
aneh tapi, rasa-rasanya, aku
hanya seorang pelancong kosong
Surabaya, 20 April 2009
(Abimardha Kurniawan)
aneh tapi, rasa-rasanya, aku
hanya seorang pelancong kosong
Surabaya, 20 April 2009
(Abimardha Kurniawan)
Kamis, 01 April 2010
Untitled, 4
namun, sebelum meranum gurat tirus di tepi senyummu,
akan kuceritakan tentang minibus yang diparkir sendirian
di seberang jalan
bukankah itu kesunyian juga, naila?
Surabaya, 19 April 2009
(Abimardha Kurniawan)
akan kuceritakan tentang minibus yang diparkir sendirian
di seberang jalan
bukankah itu kesunyian juga, naila?
Surabaya, 19 April 2009
(Abimardha Kurniawan)
Langganan:
Postingan (Atom)